fbpx

Blog categories

Comments

5 Jenis Sertifikat Tanah dan Rumah

5 Jenis Sertifikat Tanah dan Rumah

jenis sertifikat tanah

Element terpenting yang tidak boleh dilupakan dan dikesampingkan dari rumah/tanah adalah surat kepemilikan yaitu sertifikat. Anda harus mengerti jenis sertifikat tanah dan rumah. Setiap tanah dan rumah yang ingin anda beli wajib mempunyai sertifikat tanah atau rumah. Sertifikasi tersebut memiliki tujuan utama agar kita sebagai warga negara tertib dalam administrasi. Menurut Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, terdapat delapan jenis hak-hak atas tanah, antara lain:

1. Hak milik, dibuktikan dengan sertifikat hak milik
2. Hak guna usaha, dibuktikan dengan sertifikat hak guna usaha
3. Hak guna-bangunan, dibuktikan dengan sertifikat hak guna bangunan
4. hak pakai
5. Hak sewa
6. Hak membuka tanah
7. Hak memungut-hasil hutan
8. Hak-hak lain

Dalam artikel ini, daniswaragrup akan membahas lima jenis sertifikat tanah dan rumah yang ada di Indonesia yang paling umum, diantaranya adalah

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)
2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
3. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
4. Tanah Girik atau Petok
5. Akta Jual Beli (AJB)

Mari kita bahas satu persatu,

Sertifikat Hak Milik (SHM)

Hak milik adalah jenis kepemilikan rumah (sertifikat tanah) yang paling kuat dan penuh serta dapat dialihkan (dijual, dihibah atau diwariskan) secara turun temurun. Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki pemegang sertifikat tersebut. SHM sering disebut sertifikat yang paling kuat karena pihak lain tidak akan campur tangan atas kepemilikan tanah atau lahan tersebut. Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI). Jadi orang asing atau berkebangsaan selain Indonesia tidak dapat memiliki tanah bersetifikat SHM.
Jika terjadi suatu masalah dengan tanah yang bersetifikat SHM, maka pemilik (nama yang tercantum dalam SHM) adalah pihak yang dianggap sebagai pemilik sah berdasarkan hukum. Tentu saja jika melihat karakteristiknya, tanah dengan sertifikat SHM adalah tanah dengan nilai yang paling tinggi (mahal). Jadi jika Anda berinvestasi properti, tanah atau lahan dengan SHM tentu memiliki nilai yang bagus.
Keuntungan tanah dengan sertifikat SHM adalah :

1. Dapat diwariskan secara turun temurun.
2. Sertifikat yang paling kuat dan penuh.
3. Hak milik dapat diperjual belikan.
4. Hak milik dapat dijadikan agunan untuk kredit.
5. Tidak ada batas waktunya.

Tanah dengan status hak milik dapat hilang jika, terjadi salah satu kejadian berikut:

  • Tanah jatuh kepada negara, karena: pencabutan hak, penyerahan dengan sukarela oleh pemilik, karena ditelantarkan, pewarisan tanpa wasiat kepada orang asing (tidak dimiliki oleh WNI).
  • Tanah musnah.

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Jenis sertifikat yang ketiga adalah Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS). Pada prakteknya SHSRS berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen (rumah susun) yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama.

Karakteristik Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) adalah:

  1. Hak milik atas satuan rumah susun bersifat perorangan dan terpisah.
  2. Pada sebuah bangunan apartemen atau rumah susun, tentu saja ada bagian seperti taman, lahan parkir yang menjadi kepemilikan bersama. Bagian bersama tersebut dikenal dengan istilah bagian bersama, tanah bersama atau benda bersama. Tentu saja bagian-bagian bersama terpisah dari kepemilikan suatu rumah susun. Istilah kerennya adalah strata title. Definisi strata title adalah sistem pembagian tanah dan bangunan dalam satuan unit.
  3. Jangka waktu strata title mengikuti status tanah tempat bangunan apartemen berdiri. Jika menggunakan status HGB, maka pada akhir masa haknya semua orang pemilik strata title harus bersama-sama memperpanjang HGB tanah.
  4. Jika status tanah SHM, berarti bangunan hanya boleh dimiiki oleh Warga Negara Indonesia.

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan memunyai bangunan-bangunan diatas tanah yang bukan miliknya sendiri. Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dimiliki oleh pemerintah ataupun tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun.
Berdasarkan Peraturan Undang-Undang Pasal 36 ayat (1) UUPA, hak guna bangunan dapat dimilki oleh setiap WNI dan badan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.
Adapun Keuntungan dan kerugian memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan

1. Keuntungan Membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

  • Tidak Membutuhkan Dana Besar.
  • Peluang Usaha Lebih Terbuka. Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
  • Bisa dimiliki oleh Non WNI.

2. Kerugian membeli Properti dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan

  • Jangka Waktu Terbatas.
  • Tidak Bebas.

Tanah yang dikuasai langsung oleh pemerintah dapat menjadi hak guna bangunan berdasarkan penetapan pemerintah. Sedangkan tanah milik dapat menjadi HGB karena adanya perjanjian otentik antara pemilik tanah dengan pihak yang akan memperoleh HGB.
Sertifikat Hak Guna Banguan (HGB) ini dinyatakan tidak berlaku lagi ketika:

  • Jangka waktunya berakhir;
  • Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena ada syarat yang tidak dipenuhi;
  • Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;
  • Dicabut untuk kepentingan umum;
  • Ditelantarkan;
  • Tanahnya musnah; atau
  • Orang atau badan hukum yang mempunyai HGB namun tidak lagi memenuhi syarat, sehingga wajib melepaskan atau mengalihkan haknya kepada pihak lain. Jika tidak dilepaskan atau dialihkan maka HGB tersebut batal demi hukum atau gugur dengan sendirinya.

Girik atau Petok

Tanah dengan jenis surat Girik dan Petok sebenarnya bukan merupakan administrasi desa. Ingat girik atau petok bukan sertifikat kepemilikan tanah. Girik atau petok berfungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan. Di dalam surat girik atau petok terdapat nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual-beli maupun waris. Umumnya surat girik dan petok harus disertai dengan Akta Jual Beli atau Surat Waris.

Akta Jual Beli (AJB)

AJB bukan sertifikat rumah/sertifikat tanah, melainkan perjanjian jual-beli dan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah (akibat dari jual-beli). AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah pagi pembuatnya (pacta sunt servanda), baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik. Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan terjadinya penipuan AJB ganda.

Ketahui Sertifikat dan Kejelasan Hukumnya.
Sebelum membeli rumah, tanah atau properti pastikan Anda sudah mengecek dengan seksama izin dan sertifikat rumah. Setiap jenis sertifikat rumah, memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pastikan Anda menggunakan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk tanah kavling di Mapan Madania Land (Gowa) dan Madania Land Padang, kelengkapan surat dan sertifikat sudah terjamin dan dibantu sampai SHM (Sertifikat Hak Milik). Jadi bagi anda yang ingin berinvestasi tanah kavling tidak perlu ragu lagi untuk membeli di Mapan Madania Land (Gowa) atau Madania Land Padang.

(Baca juga: Tips Membeli Tanah Kavling)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://daniswaragrup.com/web/wp-content/uploads/2017/05/slide-3.jpg);background-size: initial;background-position: center top;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 300px;}

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan hubungi marketing kami via Whatsapp

Hubungi Kami Via WhatsApp

Ikuti Update Terbaru DaniswaraGrup di Email Anda

Masukkan email anda pada form dibawah ini untuk berlangganan artikel dan informasi lain tentang proyek-proyek dari Daniswara Grup

You have Successfully Subscribed!